Bupati PPU Diduga Menentukan Pemenang Lelang Berdasarkan Uang



Jakarta: Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud diduga mengontrol proses lelang proyek di wilayahnya. Pemenang tender diduga tergantung besaran duit yang diterima Gafur.
 
Informasi ini diketahui saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa lima saksi pada Senin, 18 April 2022. Mereka, yakni mantan Plt Kadis PUPR PPU, Tohar; staf ahli Bupati, Puguh Sumitro; dan tiga pihak swasta Eka Sugianto, Suwondo, serta Sultan.
 
“Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab PPU, diduga penentuan pemenang hingga proses lelang dipantau secara langsung oleh tersangka AGM (Abdul Gafur Mas’ud),” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 April 2022.




Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ali enggan memerinci lebih lanjut cara Gafur mengontrol proyek di wilayahnya. Pemenang proyek diduga perusahaan yang memberikan uang ke Gafur.
 
“Diduga pula adanya aliran sejumlah uang dari nilai proyek tersebut untuk diserahkan ke tersangka AGM,” ujar Ali.
 
Baca: Begini Cara Bupati Nonaktif Penajam Paser Utara Samarkan Aset
 
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Penajam Paser Utara. Pihak swasta Ahmad Zuhdi menjadi tersangka pemberi suap.
 
Sedangkan tersangka penerima suap ialah Abdul Gafur, Plt Sekda Penajam Paser Utara Mulyadi, dan Kepala Dinas PUTR Penajam Paser Utara Edi Hasmoro. Kemudian, Kepala Bidang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jusman, dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afidah Balqis.
 

(AZF)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.